Edi: Selesaikan Konflik Lahan Baptis Dengan Musyawarah

RDNews.id – Lahan yang digunakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) yang ada di Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), saat ini kepemilikannya masih menjadi tanda tanya, pasalnya warga mengklaim tanah tersebut milik mereka.

Diketahui lahan seluas 25 hektare itu dipinjam pakaikan ke LPPB dan sudah berakhir masa pinjam pakai tersebut pada tahun 2017 lalu.

Mengetahui hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) gelar mediasi antara perwakilan warga di Kecamatan Pondok Kubang untuk mencari solusi agar permasalahan tersebut menemui titik temu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Benteng, Edi Hermansyah mengatakan, pemkab Benteng meminta agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mempedomani aturan yang berlaku.

“Ini hanya masalah konflik pertanahan dan kepemilikan, kami mengharapkan kedua pihak selesaikanlah secara gentel dengan mempedomi aturan-aturan yang ada,” ungkapnya usai gelar mediasi di Kecamatan Pondok Kubang dan meninjau lahan Baptis.

Sekda berharap, agar selalu menjaga ketertiban umum supaya konflik tersebut dapat diredam dengan mengutamakan musyawarah dan tidak menimbulkan permasalahan lanjutan.

Pun demikian, dalam hal tersebut Pemkab Benteng sudah mencari titik temu dengan telah menyurati Kanwil ATR/BPN Provinsi Bengkulu untuk mengambil sikap apakah lahan tersebut diperpanjang atau justru sebaliknya.

“Permasalahan ini tidak sesederhana yang kita lihat, initinya kami siap agar permasalahan ini diselesaikan secara baik-baik mengutamakan musyawarah, apabila tidak ada kesepakatan selesaikan sesuai dengan aturan yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu Juru bicara perwakilan warga Pondok Kubang, Ibnu Rozi mengaku, saat ini masih menunggu kejelasan dari pemerintah daerah terkait lahan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Benteng yang telah mau menjembatani dalam penyelesaian konflik itu.

“Kita tidak pernah merasa berkonflik, kita hanya menuntut hak kita, kita sudah mendapat respon positif dari pemda benteng dan provinsi bengkulu mengatakan mereka bersedia menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya. (ypb)

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: