Dinilai Menggangu Ketertiban Pengguna Jalan, DPRD Sidak Ke Lokasi

RDNews, Bengkulu Selatan – Proses pengerukan tanah di dekat ruas jalan nasional di daerah Kayu Kunyit kecamatan Manna, dinilai cukup menggangu ketertiban pengguna jalan. Pasalnya, hampir setengah badan jalan ditutupi tanah. Bahkan, tidak sedikit masyarakat merasa terganggu akan aktivitas pengerukan menggunakan alat berat itu.

Baca Juga

Mengetahui hal itu, Komisi III DPRD Bengkulu Selatan (BS) melakukan sidak memastikan kondisi jalan akibat pengerukan tersebut. Hasilnya, DPRD menilai pengerukan untuk penimbunan tebat Galumpai yang di kerjakan PT Baragalau Tias Jaya lalai dan asal-asalan serta tidak memperhatikan keselamatan bagi pengguna jalan terlebih lagi di waktu hujan badan jalan sangat licin akibat tanah di badan jalan.

“Ini kan jalan Nasional, Kalau kondisinya seperti ini bisa membahayakan pengendara apa lagi kalau hujan. Kalau terjadi apa-apa dengan pengguna jalan mereka harus bertanggung jawab, dan tanah yang menutupi bagian jalan harus di bersihkan,” tegas Ketua Komisi lll Holman di dampingi Siptin Gunawan dan Herian Johari saat sidak di lokasi pengerukan, Selasa (29/09).



Sementara itu, salah satu masyarakat yang berdekatan dengan lokasi pengurukan itu mengaku, cukup terganggu dengan adanya pengerukan tersebut, pasalnya diwaktu hujan air masuk ke dalam rumahnya. Sebab, salurkan drainase tertutup oleh tanah di lokasi pengerukan tersebut.

“Kalau hujan luapan air masuk ke dalam rumah karena siringnya tertutup oleh tanah, untuk itu kami minta untuk cari solusi agar pengerukan ini tidak membuat kami terganggu,” ungkap Aslihin.

Sedangkan salah satu satu pengawas pengerjaan enggan disebutkan namanya saat di konfirmasi mengatakan, pengerukan itu sudah berjalan salama empat hari. Menyikapi sidak DPRD BS tersebut pihaknya segera membuka drainase yang tertutup akibat tertimbun tanah akibat pengerukan.

“Kalau bosnya di Bengkulu pak, tapi kami akan segera menertibkan pengerjaan ini agar masyarakat tidak terganggu,” tuturnya

Untuk diketahui, pengerukan tanah tersebut untuk revitalisasi tebat gelumpai dengan nilai kontrak Rp 3,4 miliar dari dana APBN yang saat ini sedang berjalan. [adv]

RDNews, Bengkulu Selatan – Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi menegaskan anggaran 2021 masih fokus untuk penanganan Covid -19. Ia bahkan sudah meminta kepada pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Bengkulu Selatan untuk tidak menganggarkan dana pembelian kendaraan dinas, Termasuk untuk kendaraan dinas Bupati. “Ya, siapapun nanti yang terpilih menjadi…

RDNews – Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari APBD Bengkulu Selatan (BS) yang di peruntukan untuk warga kelurahan hingga saat ini belum sepenuhnya disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) BS. Bahkan, bantuan dampak pandemi Covid-19 ini baru di salurkan tiga bulan terhitung dari bulan Juni hingga Agustus. Oleh sebab itu, Komisi III…

RDNews, Bengkulu Selatan – Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) tahun 2021 hingga saat ini tak kunjung di sepakati, hal itu membuat pengesahan APBD menjadi terlambat. Tarik ulur dengan beberapa program strategis pemerintah daerah bersama legislatif hingga saat ini tak kunjung membuahkan hasil kesepakatan, namun ketua…

Bengkulu Selatan, RDNews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bengkulu Selatan ke-71, Senin (09/03). Paripurna diawali dengan tarian adat BS, menyambut iringan rombongan pimpinan DPRD BS Barli Halim, bersama anggota,Bupati BS Gusnan Mulyadi, menuju ruang…