Sungai Air Nipis Didatangi DPRD Bengkulu Selatan

RDNews, Bengkulu Selatan – Aliran sungai Air Nipis yang tidak terkendali mengancam pemukiman penduduk. Bahkan, puluhan rumah warga di Sesa Darat Sawah Kecamatan Seginim dan Desa Maras Kecamatan Air Nipis terancam abrasi.

Baca Juga

Untuk memastikan kondisi tersebut, Selasa (13/10) Ketua DPRD Bengkulu Selatan (BS), Barli Halim, dan Waka II, Dendi Man Tarmizi, bersama Dinas PUPR BS turun ke lokasi mengecek lokasi pemukiman warga yang terancam abrasi sungai Air Nipis.

“Kita lansung turun langsung, karena ada laporan masyarakat soal abrasi sungai Air Nipis. Dari pantuan kami, abrasi sudah cukup parah, soalnya aliran sungai semakin dekat dengan rumah warga,” kata Ketua DPRD didampingi Waka II.

Sementara itu, Pjs Kades Darat Sawah, Irtawan mengatakan, sekitar 35 rumah warga di desanya terancam terjun ke sungai jika abrasi sungai Air Nipis terus terjadi. Karena semakin hari, aliran sungai semakin mendekat ke kawasan permukiman. Bahkan saat sungai meluap, bagian belakang rumah warga sudah ada yang terendam.

“Kalau tidak ada solusi pengendalian alur aliran sungai, pemukiman warga semakin terancam, soalnya dari hari ke hari aliran sungai semakin dekat ke pemukiman,” ujar Irtawan.



Dikatakannya abrasi sungai Air Nipis di desanya sudah terjadi sejak sekitar satu tahun lalu. Sekitar 50 meter lahan warga yang dulunya sawah sudah digerus air. Warga pun mengikhlaskan lahan tersebut menjadi bagian dari sungai.

“Kalau lahan sawah warga sudah banyak yang habis digerus abrasi. Sekarang ini air mendekat ke pemukiman, warga semakin khawatir,” sambungnya.

Sebagai solusi mengatasi ancaman abrasi, sungai Air Nipis akan dinormalisasi. Namun normalisasi tidak akan diserahkan ke pihak ketiga seperti yang pernah terjadi tahun 2017 lalu.

Sedangkan, biaya normalisasi tersebut akan dianggarkan melalui APBD. Proses pekerjaannya nanti dilakukan dengan cara mengeruk bagian tengah sungai untuk mengalihkan aliran air yang mengarah ke pemukiman penduduk.

Setelah dikeruk, akan dibangun tanggul penahan dimasing-masing sisinya sebagai penahan agar aliran sungai tidak berpindah lagi.



“Untuk teknis pekerjaannya kami serahkan ke OPD teknis. Kalau kami dari DPRD mendukung penganggaran dan ingin kekhawatiran warga soal abrasi ada solusinya, sehingga warga bisa tenang tanpa perlu khawatir pemukiman digerus sungai,” imbuh Waka II.

Di sisi lain, normalisasi akan didahulukan di Desa Darat Sawah. Sedangkan di Desa Maras akan dilakukan berikutnya. Hal itu karena terbatasnya anggaran daerah. Sebab dari kajian teknis Dinas PUPR, normalisasi di Desa Maras biayanya lebih besar dibanding normalisasi di Desa Darat Sawah.

Namun, ancaman abrasi di dua lokasi itu akan dicarikan solusi jangka panjang oleh Pemerintah. Salah satunya dengan menyampaikan usulannya ke Balai Wilayah Sumatera VII. [adv]

RDNews. Tidak terima menjadi korban dugaan tindak pidana penipuan, Warga Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan inisial LR (45) memilih membuat laporan polisi di Polsek Pino Raya Polda Bengkulu, Kamis (25/02) yang lalu. Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Deddy Nata melalui Ps Paur Humas AIPDA Suharyanto kepada awak media membenarkan pihaknya…

RDNews. Bupati Bengkulu Selatan terpilih, Gusnan Mulyadi dan Wakilnya Rifa’i Tajuddin resmi dilantik Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah di Balai Semarak, Jumat (26/2/2021). Gusnan dan Rifa’i dilantik bersama 6 Bupati terpilih lainnya se Provinsi Bengkulu. Usai dilantik Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi siap menjalankan amanah diperiode pemerintahannya. “Karna kita ini pasangan…

RDNews. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) H. Zainal Abidin Merahli tutup usia, Selasa (23/02). Mantan pejabat di Bengkulu Selatan itu tutup usia di umur 65 tahun, meninggal pukul 12:00 Wib akibat penyakit komplikasi yang di deritanya, saat ini almarhum di semayamkan di kediamannya di jalan Affan Bachsin…

RDNews. Bupati Bengkulu Selatan terpilih, Gusnan Mulyadi meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan DPKAD Bengkulu Selatan segera membayar Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahal IV bulan November dan Desember TA 2020 yang masih belum dibayarkan. “Itu hak guru segera dibayarkan. Jangan ditunda lagi karena hal itu menyangkut hak dan…