Kemenangan Biden, Redakan Konflik Identitas dan Rasisme di Indonesia (Sebuah Analisis)

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Oleh: Dosen Pengampu MK Hukum Internasional Prodi PPKn UMB Elfahmi Lubis*

JOE Biden dipastikan melenggang ke Gedung Putih dengan 290 suara elektoral yang diraihnya sejauh ini di Pilpres AS (Pemilihan Presiden Amerika Serikat), mengakhiri kepemimpinan 4 tahun Donald Trump.

Baca Juga

Trump belum berkomentar tentang hasil ini, tetapi petahana dari Partai Republik itu sudah berulang kali menyebut adanya kecurangan dan mengklaim dia yang menang, tapi pernyataannya tidak berdasarkan bukti.

Kemenangan Biden dalam Pilpres AS telah memberikan perubahan arah dan kebijakan politik luar negeri Indonesia. Jika dalam kepemimpinan Trump, hubungan Indonesia-AS masih sering diwarnai ketegangan sebagai akibat kebijakan Trump yang racism dan “Anti Islam”.

Maka, di bawah kepemimpinan Biden, AS akan menampilkan gaya yang lebih soft dalam kebijakan politik luar negerinya. Kehadiran Biden, juga sedikit banyak akan mengurangi politik identitas dan hegemoni mayoritas di Indonesia.

Tanpa kita sadari gaya politik Trump yang selalu menggumbar sentimen rasialis dan anti Islam dalam kebijakan politik dalam negerinya, ikut menguatnya politik identitas dan memburuknya hubungan antara negara dan Islam di Indonesia.

Walaupun dalam banyak hal, kebijakan politik luar negeri Indonesia cenderung berkiblat ke “Beijing”. Hubungan “mesra” Indonesia-Beijing juga telah menyebabkan hubungan Indonesia-AS di bawah kepemimpinan Trump sedikit kurang harmonis.

Kemenangan Biden dalam Pilpres AS, sebenarnya kemenangan demokrasi atas chuvanisme/ultra nasionalisme yang diusung Trump. Selama Trump menjadi Presiden AS beberapa kali negara Paman Sam tersebut nyaris terlibat dalam “perang saudara”.

Tragedi kematian George Floyd warga kulit hitam oleh polisi, telah menimbulkan gelombang dan kerusuhan besar-besaran dalam sejarah AS pasca berakhirnya politik apartheid. Sentimen rasialis yang dimainkan Trump dalam gaya politiknya selama ini, telah ikut memberikan angin segar bagi kelompok-kelompok rasis di belahan dunia lain untuk ikut-ikutan “memainkan” isu ini, baik untuk kepentingan politik kelompoknya maupun sebagai gerakan politik untuk melawan negara.

Dalam sejarah politik AS, Partai Demokrat memiliki garis politik yang lebih soft dan mengedepankan cara-cara diplomasi dalam menyelesaikan konflik internasional yang berhubungan langsung dengan kepentingan AS.

Di bawah Biden kita berharap konflik nuklir Korea Utara, masalah Palestina-Israel, dan ketegangan China-AS terkait persaingan ekonomi dan politik (terkait konflik Laut China Selatan) akan menemukan peta jalan damai yang saling menguntungkan. Ketegangan internasional juga diharapkan lebih “adem” dan menyejukkan.

Saya juga memprediksikan hubungan AS dan Rusia akan lebih mesra di bawah kepemimpinan Biden, sehingga ketegangan ambisi merebut tahta dan kuasa antara AS dan Rusia dalam politik internasional akan mereda. Apalagi selama Trump, hubungan AS dan Rusia sempat berapa kali memanas dan mengarah pada konflik bersenjata, sebagai akibat tuduhan Trump kepada Putin yang “bermain” dalam Pilpres AS ketika Trump mengalahkan Hillary Clinton 4 tahun lalu.

*Penulis adalah Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu


Share.
Pinterest LinkedIn Tumblr +

RDNews. Koordinasi terkait program pembangunan Stadion Mini di setiap Kecamatan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (pemprov) Bengkulu bersama pihak Kabupaten/Kota selaku yang memiliki wilayah. Hal ini disampaikan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani saat Rapat Koordinasi bersama Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten/ Kota Se provinsi Bengkulu, Selasa (12/1/2021). “Rapat ini bertujuan…

Share.
Pinterest LinkedIn Tumblr +

RDNews. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, terdapat 50 orang penumpang dengan 12 kru pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak dan dikabarkan jatuh di perairan Kepualauan Seribu, Jakarta. “Total penumpang 50 orang bersama 12 kru, yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi,” kata Budi Karya dalam…

Share.
Pinterest LinkedIn Tumblr +

RDNews. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bengkulu atas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020 dan Efektivitas Pengelolaan Bank pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Bengkulu tahun buku 2018-2020 yang berlangsung secara virtual, bertempat di Gedung Daerah…

Share.
Pinterest LinkedIn Tumblr +

RDNews. Delapan Fraksi Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 yang diusulkan Gubernur Bengkulu, untuk dibahas ditingkat selanjutnya. Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke 3 masa persidangan ke 1 tahun sidang 2021, dengan agenda…

Share.