PWI Prihatin Masih Ada Kekerasan Fisik dan Digital pada Wartawan

RDNews – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyesalkan masih terjadinya kekerasan fisik yang dialamipara wartawan, baik secara fisik maupun dalam bentuk lain selama setahun ini.

Baca Juga

Kekerasan fisik yang menimpa wartawan, di antaranya pemukulan, pengeroyokan, dan perampasan alat kerja serta penghapusan paksa hasil liputan, dialami wartawan yang sedang melakukan liputan, baik dilakukan aparat penegak hukum maupun peserta demonstrasi.

“Kekerasan fisik lainnya dilakukan oleh mereka atau orang suruhan yang merasa tidak puas atas pemberitaan. Siapa pun yang melakukan kekerasan harus diajukan ke pengadilan secara terbuka, bukan hanya sekadar minta maaf. Penegakan hukum bisa menggunakan UU Pers, KUHP, atau UU lain,” kata Ketua Umum PWI Atal S Depari, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (28/12).

Hal tersebut termasuk salah satu dari catatan akhir tahun PWI yang dirangkum selama 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PWIAtalS Deparidan Sekjen PWI Mirza Zulhadi.

Tak hanya kekerasan fisik, kekerasan baru pada era digital saat ini adalah “doxing” atau “doxxing”.

Atal mengatakan orang atau orang suruhan atau simpatisan dari orang yang merasa terganggu dengan karya jurnalistik, bukan melakukan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tetapi membuka data pribadi dan keluarga wartawan di media sosial.

“Doxing” atau “doxxing” adalah praktik berbasis internet untuk meneliti dan menyiarkan informasi pribadi atau identifikasi pribadi tentang seseorang atau organisasi.

“Tindakan itu bertujuan untuk membunuh karakter wartawan dengan cara-cara yang tidak benar,” katanya.



PWI juga menyesalkan terjadinya peretasan situs yang merupakan bentuk kekerasan lain pada era digital, yakni mereka yang tidak senang atas pemberitaan menggunakan “hacker” untuk membobol pertahanan website sebuah media atau meretas data pribadi wartawan.

PWI berharap aparat hukum mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang lagi.

Menurut PWI, tahun 2020 adalah tahun penuh keprihatinan dengan berbagai peristiwa besar di dunia secara umum maupun di Indonesia sangat berpengaruh terhadap kehidupan pers, khususnya wartawan.

Pandemi COVID-19 yang menyebabkan krisis berkepanjangan di semua negara di seluruh dunia, semakin memperparah kondisi perusahaan pers yang sebelumnya telah terdisrupsi dunia digital, khususnya perusahaan platform digital yang semakin masif melakukan ekspansi.

Sejumlah perusahaan media arus utama, khususnya media cetak, paling terkena dampak pandemi Covid-19 dan disrupsi digital sehingga berbagai upaya dilakukan media cetak agar bisa tetap bertahan.

Tetapi, ada juga yang tak sanggup lagi sehingga melakukan penutupan perusahaan dan tentu saja berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawan, termasuk wartawan.

Meski menghadapi situasi sangat sulit, Atal mengatakan media bisa tetap menjalankan salah satu tugas utama sebagai pilar demokrasi, yaitu mengawal proses demokratisasi, Pilkada Serentak 2020 secara sehat dan berbudaya.

Dalam catatan akhir tahun itu, PWI menyerukan pula kepada semua pihak untuk terus berupaya menjaga keberlangsungan kehidupan pers yang merupakan pilar demokrasi.

Keberadaan pers sebagai “fourth estate” atau kekuatan keempat pada era demokrasi ini sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel, bersih, transparan, dan terhindar dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

“Menyelamatkan kehidupan pers berarti ikut menyelamatkan kehidupan demokrasi di Indonesia demi masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik dan demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Demikianlah catatan akhir tahun 2020 PWI Pusat,” demikian siaran pers PWI. [JMSI]


RDNews. Komitmen kerja bersama membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia antara KADIN Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dimulai dari Bengkulu yang kemudian akan dilakukan di seluruh provinsi. Kolaborasi dan gotong royong sangat dibutuhkan sebagai upaya akselarasi menuju Indonesia Sehat dan Ekonomi Bangkit. “Kita mulai dari…

RDNews. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan menggelar vaksinasi sebanyak 10 ribu dosis dan 10 ribu paket sembako, Minggu (26/09).Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari acara pelantikan pengurus PWI Provinsi Bengkulu Periode 2021-2026. Pelantikan sendiri dipusatkan di Balai Raya Semarak yang dihadiri ketua PWI Pusat,…

RDNews. Kekerasan terhadap wartawan di wilayah Sumatera Utara kembali terjadi. Kali ini menimpan wartawan salah satu media online di Kota Medan, Persada Sembiring. Aksi kekerasan terhadap wartawan ini pun dikecam Ketua PWI Sumut Hermansjah. Hal ini menurutnya menjadi sangat ironis, karena diduga berkaitan dengan pemberitaan soal perjudian yang selama ini…

RDNews. Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 09 Februari mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu Selatan (BS). Ikut gotong royong di masjid Al-Bashiro yang berbeda di desa Padang Serasan, kecamatan Pino Raya, Kamis (4/2). Dalam kegiatan bakti sosial (Baksos) tersebut, seluruh wartawan BS yang tergabung dalam…