Pemutakhirkan Database Dukcapil Butuh Rp 1,2 Milyar, Dewan: Kita Support

RDNews. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu berencana untuk melakukan pemutakhiran database yang dianggap sudah mengalami banyak perubahan. Dukcapil sendiri terakhir melakukan pembaruan data pada tahun 2017.

Kepala Disdukcapil Kota, Nofri Adriyanto mengatakan jika pihaknya sudah membuat perencanaan untuk melakukan pemutakhiran data dalam skala yang besar. Menurutnya, diperlukan pemutakhiran data dalam skala besar agar seluruh data kependudukan warga Kota Bengkulu masuk dalam database.

“Untuk memastikan semua data kependudukan warga kota itu masuk ke dalam database kita memang perlu mutakhirkan data dengan skala besar. Butuh anggaran 1 hingga 1,2 M untuk melakukan pemutakhiran data ini. Karena tahun ini anggarannya belum ada, nanti mungkin kita coba usul di APBD-P,” kata Nofri usai hearing bersama Komisi I DPRD Kota, Selasa (09/02).

Menurutnya anggaran milyaran tersebut akan digunakan untuk membayar honor ketua RT dan RW yang menjadi ujung tombak pemutakhiran data di tingkat bawah.

“Pemutakhiran data skala besar ini nanti mekanismenya melibatkan seluruh RT/RW se-Kota Bengkulu. Berarti kurang lebih 1.500 petugas yang akan terlibat langsung, ujung tombaknya adalah pak RT,” tambahnya.

Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Kota, Ariyono Gumay mengaku jika pihaknya siap mendukung pemutakhiran database pada Dukcapil. Ia menilai jika database yang ada sudah tidak lagi relevan mengingat pemutakhiran data dilakukan 4 tahun yang lalu.

“Pemutakhiran data ini sebenarnya untuk mengetahui secara pasti jumlah penduduk kita baik itu berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, dan berdasarkan usia. Kita juga dorong untuk melakukan pemutakhiran data-data Lansia. Yang jelas kita di legislatif support,” tutupnya. [adv]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: