BaBe Jadi Sorotan, Akademisi: Harus Menjadi Perhatian Serius Kajati Baru

RDNews. Dugaan korupsi belasan miliar di Bank Bengkulu (BaBe) yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat saat ini sedang menjadi sorotan berbagai kalang, salah satunya Akademisi 98, Elfahmi Lubis.

Baca Juga

“Kepada publik, seperti LSM, Pers, mahasiswa, dan kelompok civil society lainnya untuk melakukan pengawalan dan controling terhadap pengusutan dugaan korupsi di Babe, dengam memberikan dukungan kepada APH dalam hal Kejati Bengkulu agar segera melakukan proses hukum yang adil dan obyektif,” ujarnya, Jumat (12/2).

Dijelaskannya bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut harus menjadi test case bagi Kajati baru untuk menunjukkan komitmen dan ketegasanya dalam upaya memberantas agenda pemberantasan korupsi yang sudah menjadi agenda nasional Presiden Joko Widodo.

“Korupsi Babe harus menjadi perhatian serius dan prioritas bagi Kajati baru dalam upaya penegakan hukum pemberantasan tindak pidana korupsi di Bengkulu,” terangnya

Soalnya, kata pria yang sedang sedang menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Unihaz Bengkulu ini, dugaan jumlah kerugian negara ditaksir puluhan miliar dan sekaligus kasus ini menjadi perhatian dan sorotan publik.

“Kajati baru harus segera action, dengan memggelar rapat pada seluruh jajarannya jika perlu Kajati langsung yang memimpin proses penyelidikan dan penyidikan, sebagai bentuk keseriusan pihak kejaksaan terhadap agenda pemberantasan korupsi,” paparnya.

Tidak hanya itu, ia berharap pihak manajemen BaBe untuk dapat bertindak kooperatif dalam menjalani proses hukum sehingga pihak kejaksaan mampu mengungkapkan kasus ini dengan cepat dan pihak-pihak yang bertanggungjawab dapat diminta pertanggungjawaban hukum.

Penyidik sendiri beberapa waktu lalu telah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Diantaranya Dirut BaBe, Agus Salim, Mantan Dirut BaBe, Wimran Ismaun, Direktur Kepatuhan Neni, mantan Direktur Pemasaran Alfian, Kepala Bagian Pemasaran Dahliana Santi, dan Kepala Bagian teasury, Dianita Afrianti.

Sekedar informasi bahwa Jaksa Agung melakukan beberapa rotasi pejabat di jajaran Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Kajati, Andi Muhammad digeser sebagai Inspektur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung Republik Indinesia. Sementara posisi Kajati Bengkulu diisi oleh Agnes Triani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pemulihan Aset pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. dilansir kantor berita RMOLBengkulu. [ypb]

RDNews. Dirut Bank Bengkulu H. Agus Salim menyerahkan bantuan CSR Bank bengkulu ke Kabupaten Rejang Lebong (RL), Jumat (1/10). Penyerahan CSR merupakan bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik yang secara berkelanjutan diwujudkan dengan berbagai bantuan untuk kegiatan-kegiatan sosial, agama, pendidikan, kesehatan dan swadaya masyarakat. Disampaikan Dirut Bank…

RDNews. Dengan ditetapkannya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni AKP Steppanus Robin Pattuju (SRP) sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai, menjadi sorotan bagi lembaga anti korupsi di Bengkulu, Jumat (23/4). Pasalnya, dengan ditetapkanya SRP selaku penyidik KPK sebagai penerima…

RDNews. Perkembangan kasus PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu alias Bank Bengkulu yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memasuki tahap pemeriksaan saksi ahli. Selasa (20/4). Tahapan penyelidikan (lidik) saat ini masih terus dilakukan oleh pihak Kejati dengan terus mengumpulkan bukti-bukti serta dokumen-dokumen yang dapat menunjang perkara tersebut. Dikatakan Kepala…

RDNews. Gubernur Rohidin Mersyah apresiasi laju pertumbuhan Bank Bengkulu yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini diketahui dari hasil laporan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu Tahun Buku 2020 yang digelar di Graha Bank Bengkulu Ballroom Lantai 7, Kamis (18/3). Di tengah…