Tak Berizin, Dewan Surati Pemkot Untuk Segel Indomaret

RDNews. Terbukti tidak memiliki izin, puluhan gerai Indomaret di Kota Bengkulu terancam bakal ditutup. Meski sudah bertahun-tahun beroperasi, 72 gerai Indomaret di Kota Bengkulu ternyata belum memiliki izin operasional. Hal tersebut diketahui ketika komisi gabungan di DPRD Kota Bengkulu melakukan sidak terhadap PT. Indomarco Prismatama, di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu, belum lama ini.

Anggota Komisi I DPRD Kota, Ariyono Gumay mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi pemerintah kota (Pemkot) untuk membiarkan gerai-gerai Indomaret tetap beroperasi sementara proses perizinan tidak lengkap.

“Semuanya jelas, Kabag Hukum bilang kalau mereka (Indomaret) tidak boleh beroperasi jika tidak punya rekomendasi dari perizinan. Jadi ditutup saja dulu sampai mereka melengkapi seluruh administrasi perizinan,” katanya saat hearing bersama Disperindag, DPMPTSP, Bagian Hukum Pemkot dan lainnya.

Ia menyebut jika hal tersebut terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan memunculkan masalah di kemudian hari.

“Tenaga kerja lokal tidak diberdayakan, produk UMKM tidak diberikan tempat dan lebih parahnya lagi ini perusahaan tidak punya izin. Suka tidak suka mereka sudah melanggar, maka harus diberi sanksi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota, Tony Harisman membenarkan jika saat ini izin operasional puluhan gerai Indomaret di Kota Bengkulu belum terbit.

“Memang saat ini masih proses,” jawabnya.

DPRD Kota melalui unsur pimpinan pun dalam waktu dekat akan melayangkan surat kepada Walikota Helmi Hasan untuk meminta gerai Indomaret tak berizin di Kota Bengkulu segera ditutup.

“Hasil kesepakatan bersama kawan-kawan komisi I, kami dalam waktu dekat akan menyurati walikota untuk meminta gerai Indomaret ini ditutup. Karena faktanya memang gerai-gerai ini tidak memiliki izin untuk beroperasi,” ungkap Ketua DPRD Kota, Suprianto. [adv]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: