Perda Larangan Minuman Tradisional Beralkohol Mulai Dibahas

RDNews. Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bengkulu saat ini tengah membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang larangan minuman tradisonal yang mengandung alkohol, termasuk tuak dan lainnya.

Ketua Bapemperda DPRD Kota, Solihin Adnan menyebut jika berdasarkan hasil uji laboratorium BPOM, sampel tuak dari salah satu penjual di kawasan Pagar Dewa, Kota Bengkulu terbukti mengandung 5 persen alkohol yang masuk dalam golongan A.

“Kita masih membahas, surat dari BPOM tentang uji lab kadar salah satu kandungan yang ada pada jenis minuman tradisional jenis tuak ini yaitu 5 persen kadar etanolnya,” kata Solihin kepada awak media, Selasa (6/04).

Kendati demikian, Solihin mengaku jika pembahasan terkait Raperda tersebut masih cukup panjang dan akan melibatkan pihak-pihak terkait yang berkompeten. Menurutnya bukan hanya tuak yang akan dilarang dalam rancangan Perda ini, termasuk Arak Bali, Belu dari Sulawesi, dan lainnya.

“Kami tidak hanya memastikan soal kandungan alkohol, dampak yang mungkin berakibat kepada pengkonsumsi minuman tradisional beralkohol juga harus dipertimbangkan. Apalagi minumannya dioplos dengan zat lain yang bisa menaikan kadar alkoholnya,” tambah Solihin.

Lebih lanjut, Solihin mengatakan jika Perda tentang minuman tradisional beralkohol ini sangat penting untuk menyelamatkan generasi penerus.

“Ini penting, karena berdasarkan data yang ada rata-rata penyebab tindakan kriminalitas itu karena minuman alkohol. Generasi muda harus kita selamatkan dari ancaman ini,” tutupnya. [aji]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: