Pejabat Di Dikbud Diuji, Bupati: Hampir Seluruh Pejabat Tidak Memahami Tugas

RDNews. Bupati Bengkulu Selatan (BS) Gusnan Mulyadi melakukan Casecadding atau penjabaran sasaran strategis tugas dan fungsi pada pejabat eselon II, III dan IV. Hal itu, untuk memperbaiki sistem birokrasi terhadap para pejabat dilingkungan Pemkab BS.

Di hari pertama casecadding tersebut, para pejabat di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) BS satu persatu memaparkan tugasnya di hadapan bupati. Sayang saat di tanya, masih ada beberapa pejabat di Dikbud belum memahami tupoksi sebagai pejabat struktural di bidang masing-masing.

“Hampir seluruh pejabat di Dikbud tidak memahami tugas dan tupoksinya dan juga tidak mengerti indikator kerja utama mereka. Saya sampaikan apa adanya saja, bukan berarti saya marah,” ujar Gusnan

Casecadding yang dilakukan untuk menunjukkan kemampuan tugasnya itu, akan terus dilakukan bupati demi menciptakan keselarasan dalam organisasi untuk memajukan BS, bahkan bupati ingin seluruh pejabat di OPD dan 11 kecamatan di BS bisa memahami visi dan misi bupati ke depan, karena jika tidak dipersiapkan, Pemkab BS akan mengalami ketertinggalan.

Sementara khusus untuk Dikbud bupati memberikan catatan khusus, sebab OPD ini menjadi OPD yang pertama pada saat pengujian casecadding. Sayangnya, saat Casecadding tersebut di dapati banyaknya pejabat tidak memahami tugas dan fungsinya.

Selain itu, Casecadding ini juga menjadi bahan evaluasi jika nantinya sudah mendapatkan izin mutasi, sementara khusus untuk Dikbud bupati.

“Jujur kita masih sangat-sangat lemah, saya baru tahu kalau para pejabat di Dikbud tidak memahami tugas dan fungsinya,” ungkap Gusnan.

Casecadding ini, dianggap perlu dilakukan, apalagi target ke depan Pemkab BS menargetkan ada peningkatan pada penilaian sakip dan bisa mendapatkan WTP. Untuk itu, para pejabat yang belum melakukan Casecadding diminta untuk mempersiapkan seluruh data dan rencana kerja ke depan.

“Kami akan lakukan seluruhnya pada semua dinas, karena kita tahu betapa lemahnya pemahaman kepala dinas, eselon III dan IV terhadap tupoksinya,” tutup bupati. [red]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: