Korupsi Rp 398 Juta, Mantan Kades Kota Donok Ditetapkan Sebagai Tersangka

RDNews. Mantan Kepala Desa (Kades) Kota Donok, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Edi Purnomo alias Edi Trik (63) ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana desa (DD).

“Kami tetapkan tersangka mantan kepala desa berinisial EP itu mantan Kades Kota Donok,” kata Wakapolres Lebong, Kompol Tatar Insan melalui Kasat Reskrim, Iptu Didik Mujiyanto didampingi Kanit Tipikor, Aiptu Tri Cahyoko saat konferensi pers, di Mapolres Lebong, Selasa (7/12).

Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun anggaran (TA) 2018 sebesar 398.436.410 juta dari pagu DD sebesar Rp 844.930.000 juta.

“Dari hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKNN) yang dilakukan auditor Inspektorat Lebong terhadap DD Kota Donok TA 2018 menyatakan bahwa kerugian keuangan negara dari tindak pidana korupsi dana desa sebesar Rp 398 juta,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum ditetapkan jadi tersangka, tim penyidik telah melakukan penyelidikan, terhadap penggunaan anggaran DD tahap I hingga III yang dikelola Desa Kota Donok II tahun 2018, dengan nilai pagu kurang lebih Rp 844 juta.

Lanjut kata dia, dalam pengelolaan pagu 844 juta itu ada empat item kegiatan fisik. Masing-masing, pembangunan fisik sebanyak 4 bangunan saluran irigasi sebesar Rp 364 juta.

Tiga bangunan jalan lingkungan desa sebesar Rp 305 juta, 1 bangunan sarana olahraga lapangan volly sebesar Rp 31,5 juta, dan 1 kegiatan penyertaan modal desa (BUMDes) yang bergerak di bidang sarana produksi alat-alat pertanian dengan nilai Rp 144 juta.

Terhadap 3 item pekerjaan fisik ditemukan proyek fisik desa yang dikurangi volume oleh ahli teknik Universitas Bengkulu (UNIB). Bahkan ada proyek desa yang tidak selesai dikerjakan selesai seratus persen.

Selain itu, terhadap kegiatan penyertaan modal desa sebesar Rp 144 juta itu tidak dilaksanakan alias fiktif.

Hal inilah kata dia, yang menjadi dasar Polres Lebong menetapkan kades tersebut sebagai tersangka.

“Anggaran ini bisa dikatakan total lost. Uang itu digunakan untuk kelompok BUMDes justru tak dilaksanakan,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Hal itu dilakukan guna melengkapi berkas penyidikan.

Adapun barang bukti yang disita berupa RAB dan gambar pembangunan, termasuk dokumen pendukung pencairan.

“Saat ini kita lagi melakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Kalau berkas sudah lengkap, langsung kita limpahkan ke kejaksaan,” tuturnya. [RMOL]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: