Percepat Penanganan Stunting, Dinas PPKBP3A Gelar Minilok

RDNews. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dalam upaya mempercepat penanganan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan (BS) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten setempat menggelar Mini Lokakarya (minilok) pada bulan Juli 2022.

Kepala Dinas PPKBP3A Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi menjelaskan bahwa penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

“Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya,” jelas Kadis.

Dalam penanganan stunting ini, tambah kadis seluruh stakeholder khususnya di tingkat desa maupun kelurahan harus paham dengan pentingnya makanan bergizi dan seimbang mulai dari masa kehamilan hingga tumbuh kembangnya anak-anak.

Kemudian Kadis berharap, Dengan adanya minilok ini diharapkan seluruh stakeholder agar selalu berkoordinasi, bersinergi dan terstruktur untuk penurunan angka stunting tersebut bisa berhasil. [adv]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: