Sempat Makan Korban, Warga Secara Swadaya Perbaiki Jembatan

RDNews. Warga berjibaku secara swadaya dengan alat seadanya memperbaiki lantai jembatan pengubung antara Desa Sebilo menuju Desa Ganjuh Kecamatan Pino Bengkulu Selatan (BS), Kamis (22/9).

Jembatan milik kabupaten setempat yang dianggap sudah membahayakan pengendara ini layaknya bisa dilewati kendaraan roda empat, namun mengingat lantai jembatan maupun beberapa besi yang sudah rusak untuk sementara dengan kekompakan masyarakat didaerah itu jembatan tersebut sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.

Kepala Desa Sebilo, Enudi Johyan menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu jembatan tersebut sudah memakan korban, dimana mobil warga yang lewat jatuh kesungai. “Jembatan ini sudah pernah memakan korban, jadi untuk sementara dengan swadaya masyarakat bagaimana caranya bisa dulu setidaknya dilewati oleh kendaraan roda dua,” jelas Enudi, Kamis (21/9) dilokasi.

Selain jembatan, tambahnya pihaknya bersama warga juga membantu pemerintah memperbaiki jalan, dimana jalan yang letaknya beberapa meter dari jembatan itu juga sudah rusak parah, pasalnya jalan tersebut posisi menanjak ditambah napal yang bercampur air.

Ia berharap, pemerintah setempat dapat memperhatikan jalan dan jembatan tersebut. Karna katanya jalan tersebut selain penghubung antar desa juga akses masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

Menurut kades, jembatan itu sudah pernah diusulkan untuk pembangunannya ke pemerintah kabupaten karena status jembatan tersebut berada di jalan kabupaten di daerah ini.

“Sudah pernah diusulkan, namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Dengan dana seadanya alhamdulillah jalan dan jembatan kita ini sudah bisa dilewati walaupun sebatas kendaraan roda dua. Kami meminta kepada pemerintah ataupun dinas terkait agar memperbaiki jalan ini. jangan sampai ada lagi korban,” imbuhnya

Sementara itu, Camat Pino Surahman yang turut hadir dan berpartisipasi di kegiatan tersebut juga meminta agar atasannya (Bupati BS.red) untuk membangun jembatan yang bantalannya sudah hilang dan hanya mengandalkan tali gantung itu.

“Ini tindakan pertama yang dilakukan oleh desa, agar bisa akses paling tinggi motor, karena jembatan ini bantalannya sudah hilang, sehingga cuma mengandalkan tali gantung saja,” ungkap camat.

Jembatan ini lanjutnya sudah sangat membahayakan, jadi ia memohon desa Sebilo ini diperhatikan oleh bupati maupun dinas terkait. Karna kata camat permasalahaan ini tidak akan selesai ditingkat desa maupin kecamatan.

“Mohon perhatian pak mohon dibantu desa sebilo ini, karena permasalahan ini tidak bisa diselesaikan ditingkat desa ataupun kecamatan, ini sudah sangat membahayakan dan butuh bantuan segera dari kabupaten,” pungkas camat.

Selain camat, anggota Babinsa pino beserta beberapa warga tetangga juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. [ypb]

Share.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: